Jangan Tunggu Patah Tulang! Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang sejak Dini
Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Fracture Liaison Service (FLS). Layanan ini merupakan sistem penanganan terkoordinasi bagi pasien yang pernah mengalami patah tulang akibat kerapuhan.
Melalui FLS, pasien dapat diidentifikasi untuk menjalani evaluasi risiko osteoporosis, mendapatkan penanganan yang sesuai, serta memperoleh edukasi dan pemantauan lanjutan. Pendekatan ini penting karena keberhasilan pengobatan patah tulang pertama tidak otomatis menghilangkan risiko kejadian berikutnya.
Siloam Hospitals Mampang sendiri telah tercatat dalam Map of Best Practice Capture the Fracture® yang dikelola International Osteoporosis Foundation (IOF), dengan status New FLS (Blue Star). Status tersebut menandai tahap awal pengembangan layanan sekaligus menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas praktik pencegahan patah tulang berulang.
Selain risiko patah tulang berulang, persoalan lain yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis yang sering berkembang tanpa keluhan berarti. Seseorang bisa saja merasa sehat dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, meskipun kepadatan tulangnya mulai berkurang.
Dokter Dohar A.L. Tobing, Sp.OT, Subsp.OTB(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Subspesialis Orthopaedi Tulang Belakang Konsultan Siloam Hospitals Mampang, menjelaskan osteoporosis sering kali baru diketahui setelah seseorang mengalami patah tulang.