Merasa Sehat Lalu Stop Obat Hipertensi? Dokter Ungkap Dampaknya pada Jantung
Prof Yoga juga mencontohkan penelitian yang membandingkan pasien hipertensi yang meneruskan pengobatan dengan mereka yang menghentikan obat. Pasien yang berhenti mengonsumsi obat mengalami peningkatan tekanan darah dan sejumlah komplikasi.
"Ada satu penelitian bagus, orang-orang hipertensi dikasih antihipertensi, terkontrol. Kemudian dibagi dua kelompok: satu meneruskan obatnya, satu berhenti. Ternyata kelompok yang meneruskan obatnya bagus. Yang berhenti obat tentu tensinya naik lagi, gagal ginjal, jantungnya bengkak, itu terjadi," kata Prof Yoga.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Pasien hipertensi juga tidak dianjurkan mengubah dosis atau menghentikan obat secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Prof Yoga menambahkan sekitar 80 persen penderita hipertensi membutuhkan lebih dari satu jenis obat untuk membantu mengontrol tekanan darah. Jenis dan dosis obat perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan evaluasi dokter.
Hipertensi kerap disebut sebagai silent disease karena dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat meski tekanan darahnya tetap tinggi.