Partikel Kabut Asap 30 Kali Lebih Kecil dari Rambut, Bisa Bikin Pertahanan Paru Lumpuh
“Zat racun pada partikel asap melemahkan kemampuan sel ini menangkap kuman yang telanjur masuk. Sampai di sini, paru sudah kehilangan dua lapis pertahanannya. Kuman yang biasanya bisa diatasi tubuh mendapat ruang untuk berkembang, dan pneumonia pun terjadi,” katanya.
Pneumonia sendiri merupakan infeksi pada kantong udara paru-paru atau alveoli. Pada kondisi tersebut, alveoli yang seharusnya berisi udara dapat terisi cairan atau nanah sehingga proses pertukaran oksigen terganggu.
Prof Erlina menambahkan, kabut asap tidak secara langsung menjadi kuman penyebab pneumonia. Namun, paparan asap dapat melemahkan pertahanan paru sehingga mikroorganisme penyebab infeksi lebih mudah berkembang.
Risiko tersebut juga tidak sama pada setiap orang. Anak-anak, lansia, serta orang dengan asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau penyakit jantung termasuk kelompok yang perlu lebih waspada ketika terpapar kabut asap.
“Kuman itu tidak berdampak sama pada setiap orang. Yang paling perlu diperhatikan adalah anak-anak, lansia, serta mereka dengan asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau penyakit jantung. Daya tahan paru mereka lebih terbatas, sehingga gangguan ringan pun bisa cepat memberat,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani