Rokok Elektrik Tingkatkan Risiko Kanker dan Jantung
JAKARTA, iNews.id - Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape kerap dijadikan alternatif bagi perokok untuk menghilangkan kecanduan dengan rokok konvensional. Vape, cenderung dinilai lebih aman ketimbang rokok biasa yang mengandung nikotin dan tar yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Namun, benarkah anggapan jika rokok elektrik atau vape benar-benar aman dan tak memiliki dampak kesehatan apapun? Medical News Today menuliskan, jika vape dapat meningkatkan risiko penyakit tak menular seperti kanker dan jantung melalui uapnya.
"Periset di New York University School of Medicine menemukan, bahwa tikus yang terpapar uap rokok elektrik mengalami kerusakan DNA di paru-paru, kandung kemih, dan jantung, yang dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung," tulis laporan tersebut seperti dikutip iNews.id, Kamis (1/2/2018).
Itu adalah riset yang dilakukan penulis Moon-shong Tang dari Departemen Pengobatan Lingkungan di New York University School of Medicine, dan rekan-rekannya yang melaporkan temuan mereka dalam Prosiding National Academy of Sciences.
Kerusakan pada tikus tersebut, sambung laporan itu, juga ditemukan pada sel-sel paru dan kandung kemih manusia yang telah terpapar uap rokok elektrik selama 10 tahun.