Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tidur Kurang 6 Jam Ganggu Jaga Berat Badan, Ini Faktanya
Advertisement . Scroll to see content

Sering Matikan Alarm Lalu Tidur Lagi di Pagi Hari? Dokter Ungkap Dampaknya pada Otak

Minggu, 09 Agustus 2026 - 17:45:00 WIB
Sering Matikan Alarm Lalu Tidur Lagi di Pagi Hari? Dokter Ungkap Dampaknya pada Otak
Sering mematikan alarm lalu kembali tidur di pagi hari ternyata dapat membuat otak mengalami masa transisi sebelum kembali aktif sepenuhnya. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

“Plus ada fenomena namanya REM rebound. Tidur kepotong bikin otak balas dendam masuk REM lebih cepat dan lebih intens. Hasilnya, mimpi jadi panjang, vivid, terasa real. Apalagi di fase REM, amigdala dan hipokampus pusat emosi aktif banget. Sementara prefrontal kita hampir off. Makanya mimpinya emosional dan absurd,” tambahnya.

Aktivitas amigdala dan hipokampus yang berkaitan dengan emosi dan memori, ditambah fungsi prefrontal cortex yang belum sepenuhnya optimal, dapat membuat mimpi terasa sangat nyata.

Tak heran jika seseorang yang kembali tidur setelah mematikan alarm kemudian terbangun dengan perasaan masih terbawa suasana mimpi. Dalam kondisi tertentu, mimpi tersebut bahkan dapat terasa emosional, aneh, atau menakutkan.

Dokter Sarankan Jangan Langsung Tidur Lagi

Untuk mengurangi efek sleep inertia, dr. Decsa menyarankan agar seseorang langsung beraktivitas setelah bangun, terutama jika waktu tidur malam sudah mencukupi.

“Nah jadi, kalau udah bangun pagi, mending kena sinar matahari langsung, minum air putih, gerak ringan. Daripada tidur lagi yang malah bikin pusing dan dihantui mimpi-mimpi yang aneh,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut