Studi 3 Bulan pada Perokok, Ini Perubahan yang Ditemukan Peneliti
Selain mengamati kesehatan gusi, penelitian tersebut mengukur kadar karbon monoksida dalam embusan napas peserta. Hasilnya, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih dari rokok konvensional turun dari 14 pada awal penelitian menjadi 5,22 setelah tiga bulan.
Sementara itu, kelompok yang tetap merokok memiliki kadar karbon monoksida sekitar 16 pada akhir pengamatan. “Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” ujarnya.
Karbon monoksida merupakan gas berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk pembakaran tembakau pada rokok konvensional. Gas ini dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Amaliya menjelaskan, temuan tersebut dapat menjadi bahan edukasi mengenai perbedaan paparan zat hasil pembakaran pada perokok yang tetap menggunakan rokok konvensional dan mereka yang beralih sepenuhnya ke produk alternatif.
Meski demikian, hasil penelitian selama 90 hari tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan vape maupun produk tembakau yang dipanaskan.