Suka Ngunyah Es Batu? Menkes Ingatkan Risiko Anemia hingga Gigi Retak
Lantas, mengapa kebiasaan mengunyah es batu bisa berkaitan dengan anemia?
Dalam takarir unggahannya, Budi menjelaskan orang yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi dapat lebih mudah merasa lelah. Kondisi ini terjadi karena kekurangan zat besi dapat mengganggu produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Dorongan mengunyah es batu pada sebagian penderita anemia diduga berkaitan dengan efek rangsangan dingin yang dapat meningkatkan kewaspadaan untuk sementara. Sensasi tersebut membuat tubuh terasa lebih segar meski tidak mengatasi penyebab anemia.
"Penjelasan sederhananya, orang yang anemia (kurang zat besi) itu gampang lelah karena otaknya kekurangan pasokan oksigen. Nah, mengunyah es batu yang super dingin ternyata memicu aliran darah naik ke otak, sehingga tubuh merasa lebih “melek” dan segar sesaat,” jelas dia.
Meski demikian, kebiasaan mengunyah es batu tidak serta-merta menandakan seseorang mengalami anemia. Untuk memastikan kondisi tersebut, diperlukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes darah sesuai indikasi medis.
Budi pun mengimbau masyarakat yang memiliki kebiasaan mengunyah es batu agar menghentikannya dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah kebiasaan tersebut berkaitan dengan kekurangan zat besi atau kondisi kesehatan lainnya.
“Kalau elu atau teman-teman lu hobinya ngunyah es batu, kata gue sih stop. Segera datang ke Puskesmas buat cek. Sayang banget kan udah ganteng dan cantik, masa kurang darah sih?,” kata Budi.
Editor: Dani M Dahwilani