Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terbongkar! Puluhan Merek Beras Bervitamin Diduga Palsu, Kandungan Gizi Tak Sesuai Label
Advertisement . Scroll to see content

Tak Semua Ultra-Processed Food Harus Dihindari, Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 - 13:37:00 WIB
 Tak Semua Ultra-Processed Food Harus Dihindari, Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi makan makanan yang termasuk UPF. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Penilaian pangan tidak bisa hanya dilihat dari tingkat pengolahannya. Yang lebih penting adalah kandungan zat gizi, keamanan, serta bagaimana pangan tersebut dikonsumsi dalam pola makan yang seimbang," jelasnya.

Di sisi lain, bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan kandungan pangan hanya karena tidak semua UPF memiliki karakteristik yang sama. Kandungan gula, garam, lemak jenuh, protein, vitamin, dan mineral tetap perlu diperhatikan.

Jumlah dan frekuensi konsumsi juga menjadi bagian penting. Produk dengan kandungan gula, garam, atau lemak jenuh tinggi yang dikonsumsi secara berlebihan tentu memiliki pertimbangan yang berbeda dengan pangan yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi tertentu.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya bertanya apakah suatu produk termasuk ultra-processed food atau bukan. Informasi mengenai kandungan gizi, komposisi, tujuan pengolahan, keamanan, serta jumlah konsumsi juga perlu diperhatikan.

Jangan Hanya Melihat Label Ultra-Processed

Untuk pangan olahan terkemas, konsumen dapat menerapkan prinsip Cek KLIK dari BPOM, yakni mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Informasi komposisi dan nilai gizi pada label dapat membantu masyarakat memahami kandungan produk sebelum mengonsumsinya.

Pada akhirnya, semakin sedikit diproses tidak otomatis berarti semakin sehat. Sebaliknya, semakin banyak diproses juga tidak otomatis membuat suatu pangan menjadi buruk.

Kualitas pangan perlu dilihat berdasarkan berbagai aspek, mulai dari proses dan tujuan pengolahan, kandungan gizi, keamanan, formulasi, hingga jumlah dan frekuensi konsumsi dalam pola makan sehari-hari.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut