Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gejala Virus Baru ALTNV Disebabkan Gigitan Kutu, Demam hingga Kelelahan
Advertisement . Scroll to see content

Virus Baru ALTNV Mematikan? Ini Jawabannya!

Jumat, 11 September 2026 - 16:04:00 WIB
Virus Baru ALTNV Mematikan? Ini Jawabannya!
Ilustrasi pasien yang sakit infeksi virus. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Yang menjadi perhatian, 7 dari 38 pasien dengan koinfeksi meninggal dunia, atau sekitar 18,4 persen.

Namun, angka tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai angka kematian akibat ALTNV. Pasalnya, seluruh pasien yang meninggal juga mengalami infeksi DBV.

Para peneliti menyebut koinfeksi ALTNV dan DBV berkaitan dengan kondisi penyakit yang lebih berat, tetapi penelitian tersebut belum membuktikan bahwa ALTNV secara langsung menyebabkan kematian pasien. 

Mengapa Penemuan Virus ALTNV Penting?

ALTNV ditemukan setelah peneliti menyelidiki pasien dengan penyakit demam dan riwayat paparan kutu yang memiliki gejala mirip SFTS, tetapi tidak terbukti terinfeksi DBV.

Dari 3.163 pasien yang diperiksa, 10,4 persen dinyatakan positif ALTNV berdasarkan keberadaan RNA virus atau antibodi IgM. Di antara pasien yang negatif DBV, 15,1 persen ternyata positif ALTNV. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut