Warning! Medsos Terbukti Bisa Memicu Gangguan Mental pada Anak Muda
"Skrining itu membantu kita untuk bisa mengetahui, mungkin kita merasa baik-baik saja, tetapi setelah dicek, 'Wah, ini kok mulai tanda bahaya nih,' gitu kan. Nah, jadi dia harus segera untuk mengakses suatu layanan kesehatan. Sehingga kalau seawal mungkin kita bisa mendapatkan pertolongan, itu tidak jatuh terus ke bawah,” pungkasnya.
Bagi remaja, menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital dapat dimulai dengan lebih kritis menyikapi konten, membatasi paparan yang memicu tekanan, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai patokan mutlak.
Jika kecemasan atau perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus hingga mengganggu sekolah, hubungan sosial, tidur, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu bercerita kepada orang tepercaya dan mencari bantuan tenaga kesehatan profesional.
Menjadi catatan penting untuk kita semua bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana berkomunikasi dan memperoleh informasi, bukan sumber tekanan yang membuat seseorang terus merasa tidak cukup baik.
Editor: Muhammad Sukardi