Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPJS: Pembiayaan Penyakit Ginjal Capai Rp7 Triliun hingga Juni 2026
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya

Rabu, 23 September 2026 - 15:53:00 WIB
Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya
Ilustrasi gen z malas bergerak yang dapat memicu fatty liver. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Kebiasaan kurang bergerak juga menjadi persoalan. Gaya hidup sedentari, terutama ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk, dapat membuat pengeluaran energi menjadi rendah.

Selain itu, pola makan tinggi gula dan konsumsi minuman berpemanis termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko masalah metabolik. 

NIDDK menyebut kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin atau diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, kolesterol abnormal, sindrom metabolik, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula, serta konsumsi minuman berpemanis sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko fatty liver.

WHO juga menyoroti konsumsi minuman berpemanis dan makanan yang tidak sehat sebagai bagian dari faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk obesitas dan diabetes. 

Lebih lanjut, dr Nareswara mengingatkan kelompok usia muda agar tidak merasa terlalu aman hanya karena masih memiliki metabolisme yang relatif baik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut