Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya
Kebiasaan kurang bergerak juga menjadi persoalan. Gaya hidup sedentari, terutama ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk, dapat membuat pengeluaran energi menjadi rendah.
Selain itu, pola makan tinggi gula dan konsumsi minuman berpemanis termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko masalah metabolik.
NIDDK menyebut kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin atau diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, kolesterol abnormal, sindrom metabolik, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula, serta konsumsi minuman berpemanis sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko fatty liver.
WHO juga menyoroti konsumsi minuman berpemanis dan makanan yang tidak sehat sebagai bagian dari faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk obesitas dan diabetes.
Lebih lanjut, dr Nareswara mengingatkan kelompok usia muda agar tidak merasa terlalu aman hanya karena masih memiliki metabolisme yang relatif baik.