Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengharukan, Ini Foto Kenangan Deddy Corbuzier bersama Ibunda sebelum Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Serangan Demam Badai Sitokin Berakibat Fatal, Dokter Ahli: Jangan Terlambat Masuk ICU

Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:26:00 WIB
Waspada Serangan Demam Badai Sitokin Berakibat Fatal, Dokter Ahli: Jangan Terlambat Masuk ICU
Tenaga medis memeriksa pasien Covid-19. (Foto: iNews.id/Pramono Putra).
Advertisement . Scroll to see content

"Orang-orang yang kritis ini sebenarnya sudah lama sakit," papar Merceditas Villanueva, seorang profesor kedokteran di Yale School of Medicine. "Jadi, mereka meremehkan gejala ringan atau mereka memang terlambat mendapatkan ICU bed. Jadi jangan terlambat untuk masuk ICU," tegasnya.

Di sisi lain, seorang dokter paru dan perawatan kritis di Ronald Reagan UCLA Medical Center di Los Angeles, Russell G Buhr, menerangkan bahwa keparahan pasien Covid-19 di second-week crash terjadi karena sel-sel baik di paru-parunya dibunuh virus yang membuat paru-paru pasien tetap terbuka dan menyebabkan pertukaran oksigen dan karbondioksida tidak berjalan baik.

"Jadi, paru-paru menyebarkan karbondioksida ke tubuh dan ini yang menyebabkan peradangan semakin serius," ungkapnya.

Buhr menambahkan, situasi demam minggu kedua Covid-19 juga dapat memperburuk kondisi pasien Covid-19 karena penggunaan ventilator terutama di rumah sakit yang kewalahan. Maksudnya, dokter di rumah sakit itu tidak dapat memaksimalkan penggunaan alat dan malah memaksa oksigen masuk ke paru-paru.

"Terlalu banyak tekanan pada paru-paru yang tegang dapat menghasilkan lebih banyak respons peradangan terhadap virus corona dan ini memperburuk penyumbatan kantung udara yang disebut alveoli," papar Buhr.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut