Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaaffaat: 102)
Apa hikmah yang ditarik dari ibadah qurban?
Qurban adalah bentuk taqarrub (pendekatan) diri kepada Allah.
Qurban dilakukan dalam rangka bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
Qurban itu bentuk berbagi dengan keluarga, teman, dan orang miskin.
Qurban itu untuk menguatkan persaudaraan dalam masyarakat muslim dan tolong menolong dengan sesama.
Qurban itu bisa menghapus dosa dan mendapatkan ganjaran yang besar.
Karena qurban adalah ibadah (taqarrub kepada Allah), hendaklah memenuhi aturan-aturan yang sudah diajarkan dalam syariat Islam.
Pertama: Hewan yang diqurbankan adalah unta, sapi, atau kambing yang telah memenuhi kriteria umur. Untuk umur minimal qurban, unta adalah lima tahun, sapi adalah dua tahun, kambing adalah satu tahun (atau dua tahun menurut madzhab Syafii).
Kedua: Hewan qurban harus terhindar dari cacat yang mengurangi daging atau sesuatu yang dimakan seperti buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus, terpotong telinga, hingga telinga tidak ada sama sekali. Tak masalah bila tanduk hewan qurban tidak ada, terpotong, atau retak. Namun, sebaik-baik qurban adalah yang sempurna yaitu yang berwarna putih, bertanduk, dan jantan seperti hewan yang dijadikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk qurban.