Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah Masjidil Aqsa Menurut Islam, Ini Nabi yang Pertama Kali Membangunnya
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Bangsa Yahudi yang Terusir Puluhan Tahun Hingga Kebingungan

Selasa, 18 Mei 2021 - 06:30:00 WIB
Kisah Bangsa Yahudi yang Terusir Puluhan Tahun Hingga Kebingungan
Bangsa Yahudi terusir selama puluhan tahun hingga kebingungan sebelum mendompleng negara lain untuk menguasai Palestina. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Mereka berkata, "Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (QS Al-Maidah: 21-24)

Bangsa Yahudi tidak pernah tercatat mempertahankan tanah mereka, apalagi merebutkan dari penguasa lain yang menjajah tanah itu. Seharusnya, hak mereka sudah hilang karena tidak punya jiwa patriotisme atas tanah mereka.

Mitos Tanah yang Dijanjikan

Prof. Roger Garaudy, seorang ilmuwan Perancis, menyatakan bahwa isu "tanah yang dijanjikan" versi Israel tersebut merupakan mitos. Sehingga, yang sebenarnya terjadi adalah "tanah yang ditaklukkan" (the conquered land), bukan"tanah yang dijanjikan" (the promised land).

Allah SWT awalnya memang memerintahkan kepada bangsa Yahudi untuk menempati tanah Palestina, sepulangnya bangsa itu dari perbudakan di Mesir selama ratusan tahun. Namun kisah memalukan terjadi sejak dari Mesir hingga sampai Palestina. Sehingga kisah itu menjadi bangsa itu sangat tidak berhak tinggal di Palestina.

Awal kedatangan mereka ke Mesir dari Palestina adalah saat negeri mereka mengalami paceklik selama tujuh tahun lamanya. Bangsa Mesir mampu bertahan karena mampu menabung sebelumnya dan membangun lumbung persediaan bahan pangan. Kisah ini terkait dengan mimpi Nabi Yusuf alaihissalam yang diangkat menjadi bendahara negara Mesir kala itu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut