Sejarah Ilmu Sihir dari Zaman Nabi Sulaiman Sampai Sekarang, Hukum & Doa Penangkalnya
Rasulullah SAW pun pernah terkena sihir dari orang Yahudi. Kemudian, Allah SWT menurunkan Surat Al Falaq dan menyuruh Nabi Muhammad SAW membacanya hingga terlepas semua sihir yang dialaminya.
Surat Al Falaq yang merupakan surat ke-113 dari 114 surat dalam Al Quran juga dinamai Nabi SAW dengan nama surah Qul A’udzu bi Rabb al-Falaq.
Berikut Surat Al Falaq ayat 1-5 dengan artinya:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)
Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Sebab Turunnya Surat Al Falaq
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan kisah dan sebab-sebab turunnya atau Asbabun Nuzul Surat Al falaq. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Dalail an-Nubuwwah dari al-Kalbi dari Abu Saleh dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwasanya suatu ketika, Rasulullah SAW menderita sakit parah karena sihir.
Dua malaikat lantas turun mendatangi Nabi SAW . Yang satu duduk di arah kepala sementara yang satu lagi di arah kaki. Malaikat yang berada di sebelah kaki lalu bertanya kepada yang di sebelah kepala, "Apa yang terjadi kepadanya?"
Malaikat yang di sebelah kepala menjawab: "Disirhir orang." malaikat yang disebelah kaki bertanya lagi: "Siapa yang menyihirnya?" Dijawab: "Labid Ibnul Asham, seorang Yahudi." Malaikat itu bertanya lagi: "Di mana diletakkan sihirnya itu?" Dijawab: "Di sumur milik si Fulan, di bawah batu. Oleh sebab itu, hendaklah Muhammad pergi ke sumur itu kemudian keringkan airnya lalu angkat batunya.
Setelah itu ambillah kotak yang ada di bawahnya dan bakarlah." Pada pagi harinya, Rasulullah saw mengutus Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat untuk pergi ke sumur tersebut. Ketika sampai, mereka melihat airnya berwarna merah kecoklatan seperti air pacar/inai.
Mereka lantas menimba airnya, mengangkat batunya, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalamnya lalu membakarnya. Ternyata di dalamnya terdapat seutas tali yang memiliki sebelas simpul. Selanjutnya, Allah menurunkan kedua surah ini.
Setiap kali Rasulullah membaca satu ayat maka terurailah satu simpul. Riwayat yang hampir sama dengan yang di atas terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, namun tanpa menyebut turunnya kedua surah.
Akan tetapi, juga terdapat riwayat serupa yang disertai penyebutan turunnya kedua surah. Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab Ad-Dalail dari jalur Abu Jafar ar-Razi, dari Rabi bin Anas, dari Anas bin Malik, ia berkata bahwasanya seorang lelaki Yahudi membuatkan sesuatu terhadap Rasulullah saw sehingga beliau menderita sakit parah.
Tatkala para sahabat menjenguk, mereka meyakini bahwa Rasulullah saw telah terkena sihir. Malaikat Jibril kemudian turun membawa al-Muawwidzatain (surah al-Falaq dan An-Nas) untuk mengobatinya. Akhirnya, Rasulullah saw pun kembali sehat.