Batik Makin Mudah Dibajak di Era Digital, Motif Perlu Dilindungi HKI
Menurut dia, perlindungan HKI dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan karya dan identitas batik tetap memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang mengembangkannya.
Digitalisasi membuat proses reproduksi visual menjadi jauh lebih mudah. Motif yang sebelumnya hanya terdapat pada selembar kain dapat dipindai, disimpan dalam bentuk digital, kemudian digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan produk fashion maupun komersial.
Situasi tersebut membuat pelindungan terhadap karya menjadi semakin penting, terutama untuk motif batik baru yang lahir dari kreativitas perajin.
"Di era digital, motif batik bisa dipindai dan dicetak dalam hitungan menit. Karena itu, mencatatkan hak cipta motif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pengrajin memiliki bukti hukum yang kuat jika karyanya dibajak," ujar Dewi.
Hak cipta menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap karya ciptaan. Pencatatan juga dapat membantu memberikan bukti administratif mengenai suatu ciptaan ketika muncul persoalan hukum.