Jeritan Hati Nikita Mirzani dari Balik Jeruji Ditulis dalam Secarik Surat, Ini Isinya
"Satu tahun sudah saya terkunci di sini. Tiga ratus enam puluh lima hari saya jalani untuk kesalahan yang tidak pernah saya lakukan," tulisnya.
"Yang menghancurkan jiwa saya adalah bayangan tiga wajah mungil di rumah—anak-anak saya," tambah Nikita.
Nikita menggambarkan bagaimana setiap malam di dalam sel terasa dihantui oleh bayangan tangis anak-anaknya. Dia menilai anak-anaknya tidak seharusnya ikut menanggung dampak dari proses hukum yang dialami.
"Mereka tidak butuh pasal-pasal hukum; mereka butuh pelukan ibunya. Mereka tidak butuh debat hukum di pengadilan; mereka butuh kehadiran saya untuk sekadar membelai rambut mereka sebelum tidur," tulisnya lagi.
Dalam surat itu, Nikita juga mempertanyakan makna keadilan yang menurutnya telah merenggut hak seorang ibu untuk bersama anak-anaknya.