Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Buka Suara Terkait Kasus Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa dan Neotam
Advertisement . Scroll to see content

Richard Lee Klaim Barang Bukti Doktif Palsu Bukan dari Kliniknya

Senin, 02 November 2026 - 08:33:00 WIB
Richard Lee Klaim Barang Bukti Doktif Palsu Bukan dari Kliniknya
Richard Lee menuding produk White Tomato (WT) barang bukti yang diajukan Doktif dalam kasus hukumnya bukan produk asli dari kliniknya. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

Lebih lanjut, Richard membeberkan bahwa produk yang dipermasalahkan Doktif diduga tidak dibeli melalui saluran penjualan resmi miliknya. Menurut dia, produk tersebut justru diperoleh dari pihak ketiga, yakni Graba Shop dan Rachel Shop.

l

"Karena satu, Doktif tidak beli dari tempat saya, beli dari tempat orang lain, Graba Shop dan Rachel Shop. Saya enggak tahu itu punya siapa, saya enggak tahu itu punya siapa," kata dia.

Tak hanya mempertanyakan asal-usul produk, Richard juga menyoroti keterangan saksi pemilik toko mengenai jumlah stok White Tomato yang diperjualbelikan. Dia menilai terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan jumlah barang yang dibeli, terjual, dan dijadikan barang bukti di persidangan.

"Yang lebih anehnya lagi, Graba Shop didatangin nih, Grabah Shop, beli 13 boks. Terjual 10,5, 2,5 ada di hakim, terus ada dimakan. Lah berarti nambah dong, beranak ini berarti boksnya, WT-nya," ucap Richard.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti Richard dalam persidangan. Dia mempertanyakan perhitungan jumlah produk White Tomato yang menurutnya tidak sesuai dengan keterangan transaksi dan keberadaan barang bukti.

Meski demikian, tudingan mengenai keaslian produk tersebut merupakan pernyataan Richard Lee dalam persidangan. Pembuktian mengenai asal-usul dan keaslian barang bukti tetap menjadi bagian dari proses hukum yang masih berlangsung di pengadilan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut