Tak Disangka, Rumput Purun dari Rawa Kalimantan Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
JAKARTA, iNews.id - Rumput purun yang tumbuh alami di kawasan rawa dan lahan basah Kalimantan Selatan selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Tanaman tersebut biasa dimanfaatkan sebagai bahan anyaman, tetapi kini mulai diolah menjadi berbagai produk fungsional dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Pemanfaatan purun tersebut menjadi bagian dari upaya Gaia Weave, wirausaha sosial yang dikembangkan Alexandra Christy Untono, siswi kelas 12 ACS Jakarta.
Melalui pendekatan tersebut, purun tidak hanya dipandang sebagai material tradisional, tetapi juga dikembangkan menjadi produk seperti tech organizer, document pouch, tas, aksesori hingga perlengkapan rumah tangga.
"Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah. Dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membantu membangun insentif agar masyarakat tetap melihat nilai dari lanskap tempat purun tumbuh," ujar Alexandra dalam keterangannya.
Purun sendiri tumbuh secara alami di lingkungan basah, termasuk kawasan rawa dan gambut. Tanaman ini dapat dipanen dalam siklus sekitar tiga hingga enam bulan sehingga berpotensi menjadi sumber bahan baku yang dapat diperbarui.