Tak Disangka, Rumput Purun dari Rawa Kalimantan Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
Pemanfaatannya juga memiliki kaitan dengan keberlanjutan ekosistem. Lahan gambut menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar sekaligus berperan dalam menjaga tata air. Ketika gambut dikeringkan, dibakar atau dialihfungsikan, fungsi ekologisnya dapat terganggu dan risiko kebakaran serta pelepasan karbon meningkat.
Karena itu, pemanfaatan purun sebagai sumber ekonomi menjadi salah satu pendekatan yang berupaya mempertemukan kepentingan lingkungan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat yang telah memiliki keterampilan menganyam, pengembangan produk berbahan purun membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Salah satunya dialami Idang, perajin yang sebelumnya mengandalkan pekerjaan tani musiman. Dia biasa memperoleh sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per hari dari pekerjaan tersebut.
Setelah bergabung sebagai perajin, Idang tetap bekerja di sawah dan menganyam purun setelah pulang ke rumah. Dari kegiatan tersebut, dia memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp80.000 hingga Rp100.000 per hari.