Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Lolos dari Pemakzulan
Advertisement . Scroll to see content

Ancaman Konflik Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia, Belajar dari Filipina

Senin, 27 Mei 2024 - 17:45:00 WIB
Ancaman Konflik Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia, Belajar dari Filipina
China mengklaim sebagian besar perairan LCS melalui 9 garis putus-putus, termasuk perairan yang masuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Konflik atau sengketa perairan Laut China Selatan (LCS) tak bisa dipisahkan dengan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ini karena China masih mengklaim wilayah perairan yang strategis itu, termasuk di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

China mengklaim sebagian besar perairan LCS melalui 9 garis putus-putus, sebelumnya disebut 11 garis putus-putus, atau letter U, yang beririsan dengan wilayah negara-negara Asia Tenggara, yakni Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, serta Indonesia.

China sudah mengklaim kedaulatan atas LCS sejak masa lalu. Namun penggunaan garis untuk merepresentasikan batas wilayahnya pertama kali muncul pada 1930-an sebagai respons atas pencaplokan Kepulauan Spratly oleh Indochina Prancis secara sepihak. 

Klaim tersebut semakin menjadi-jadi pada 1947 saat pemerintah Republik China menerbitkan peta resmi klaim LCS yang menampilkan 11 garis putus-putus berformasi U. Namun jumlah garis dikurangi menjadi 9 pada 1952 setelah terjadi negosiasi dengan Vietnam terkait kepemilikan Teluk Tonkin. 

Sejak itu, China terus mempertahankan 9 garis putus-putus sebagai perimeter visual, meski ditentang oleh lima negara Asia Tenggara serta badan-badan internasional. Pengadilan Arbitrase, dalam putusannya terkait tuntutan Filipina pada 2016, juga menolak klaim China.

Apakah China menerima putusan itu? Tentu saja tidak dan akan terus menjadi ancaman yang tak boleh disepelekan oleh negara-negara terdampak.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut