Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ziarah ke Makam Rasulullah, Megawati Doakan Kemajuan Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ancaman Konflik Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia, Belajar dari Filipina

Senin, 27 Mei 2024 - 17:45:00 WIB
Ancaman Konflik Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia, Belajar dari Filipina
China mengklaim sebagian besar perairan LCS melalui 9 garis putus-putus, termasuk perairan yang masuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Meski luas wilayah ZEE Indonesia termasuk paling sedikit yang beririsan dengan klaim 9 garis putus-putus China, kewaspadaan tingkat tinggi harus terus diterapkan. Selain memegang prinsip NKRI harga mati dan tak akan melepas sejengkal wilayah pun, perairan yang diklaim China berada di Natuna. Wilayah itu kaya dengan sumber daya alamnya.

Mengambil Pelajaran dari Filipina

Berkaca pada pola dalam konflik antara China dan Filipina, Indonesia patut mengambil pelajaran. Sejak beberapa tahun terakhir kedua negara terlibat ketegangan, dimulai dengan pengerahan banyak kapal-kapal 'milisi nelayan' ke sekitar perairan sengketa Second Thomas Shoal dan Scarborough Shoal. Ada kecurigaan para milisi nelayan itu sudah dipersiapkan untuk menghadapi konflik di wilayah sengketa.

Kapal-kapal milisi nelayan itu mengambil ikan secara semena-mena di perairan sengketa hingga bersinggungan dengan nelayan lokal atau penegak hukum setempat.

Kemudian Pasukan Penjaga Pantai China muncul dengan arogan, mengintimidasi, bahkan berhadapan dengan penegak hukum setempat. Dalam kasus bentrok dengan Filipina, Penjaga Pantai China menggunakan cahaya laser dan menembakkan meriam air bertekanan tinggi ke kapal-kapal logistik yang membawa perbekalan untuk personel Angkatan Laut yang berjaga di wilayah terluar. Dalam satu kejadian pada Desember 2023, salah satu kapal yang ditembak ternyata dinaiki Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner. 

Akibatnya ada kapal yang mengalami kerusakan mesin akibat semprotan air bertekanan tinggi. Bukan hanya itu beberapa kapal logistik Filipina sengaja ditabrak Kapal Penjaga Pantai China yang ukurannya lebih besar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut