Banting Setir, Peneliti Kanker Ini Sukses Jadi Pebisnis Restoran China di AS

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 07:23 WIB
Banting Setir, Peneliti Kanker Ini Sukses Jadi Pebisnis Restoran China di AS

Pemilik restoran "Pepper Twins", Yunan Yang, meninggalkan kariernya dalam penelitian kanker dan memulai restoran pertamanya pada 2015. (FOTO: VOA)

HOUSTON, iNews.id - Kebanyakan imigran yang tiba di Amerika Serikat (AS), bekerja di rumah makan dan berharap, generasi mereka berikutnya mendapat pendidikan yang lebih baik. Seorang imigran asal China menempuh jalan yang tidak biasa, yaitu memulai karier di bidang penelitian kanker, namun mendapat kesuksesan sebagai pebisnis restoran.

Di dalam dapur restoran Pepper Twins di Houston, terdapat bumbu yang selalu membuat pelanggan kembali datang ke restoran tersebut, yaitu lada hitam segar yang berasal dari Chongqing, kota kelahiran Yunan Yang, pemilik restoran tersebut.

Lada hitam segar itu dikirim melalui pengiriman kilat satu hari dari Kota Chongqing di China, langsung ke restoran "Pepper Twins".

Yunan Yang membuka restoran pertamanya empat tahun lalu, kemudian bisnisnya berkembang menjadi enam restoran di berbagai lokasi di Houston.

Perjalanan kariernya di AS tergolong tidak biasa. Karier pertama yang dijalaninya tidak berhubungan dengan makanan. Profesi Yang sebelumnya adalah peneliti postdoctoral kanker di kota kecil Madison, Wisconsin.

Dia mengatakan, paparan bahan radioaktif dan kimia memengaruhi tubuhnya.

"Saya mengalami pendarahan setiap hari, setiap saat. Setelah saya mengalami keguguran dan kehilangan bayi dua kali, saya harus membuat keputusan besar," kata Yang, seperti dilaporkan VOA.

Yang akhirnya memutuskan mengubah kariernya demi kesehatan dan mencegah dirinya mengalami keguguran di masa depan. Inspirasinya membuka restoran muncul saat mengikuti sebuah konferensi di California.

"Kami melewati sebuah rumah makan China namun harus menunggu selama satu jam. Di kota kecil yang kami tinggali, Madison, tidak ada rumah makan China yang enak."

Yang tidak membuka restoran di kantong-kantong pemukiman warga China seperti kebanyakan imigran lain yang baru tiba di AS. Dia membuka restoran di permukiman mewah, di luar komunitas warga China-Amerika.

Para juru masak di dapur restoran "Pepper Twins" milik Yunan Yang, di Houston, Texas. (Foto: VOA)

Houston merupakan kota yang warganya paling beragam di AS. Yang mengatakan, warga Kota Houston memiliki selera makanan China yang tinggi, karena mereka sering berpergian keliling dunia.

Pengunjung AS dapat membedakan rumah makan China yang otentik dan bukan, karena mereka memiliki pendidikan yang tinggi dan sering berkeliling dunia. Mereka tahu rumah makan China yang asli seperti apa bentuknya.

Keaslian cita rasa yang ditawarkan restoran "Pepper Twins" membuat pengunjung yang berasal dari China, seperti Yan Xiang Yu yang berasal dari Sichuan, kerap datang ke restoran itu. Yan mengatakan, lada hitam itu sangat terasa sekali.

Tidak saja sukses dalam bisnis restoran, Yang juga kini memiliki dua anak yang menjadi logo restorannya, "Pepper Twins."


Editor : Nathania Riris Michico