Bentrok Pasukan Keamanan Iran dan Mahasiswa Pecah saat Aksi Protes Tewasnya Mahsa Amini

Umaya Khusniah · Senin, 03 Oktober 2022 - 10:02:00 WIB
Bentrok Pasukan Keamanan Iran dan Mahasiswa Pecah saat Aksi Protes Tewasnya Mahsa Amini
Bentrok antara pasukan keamanan Iran dengan mahasiswa di sebuah universitas terkemuka di Teheran pecah pada Minggu (2/10/2022). (Foto: Reuters)

TEHERAN, iNews.id - Bentrok antara pasukan keamanan Iran dengan mahasiswa di sebuah universitas terkemuka di Teheran pecah pada Minggu (2/10/2022). Insiden ini menjadi peristiwa kekerasan terbaru terkait protes nasional yang dipicu oleh kematian seorang perempuan muda dalam tahanan polisi moral.

Protes anti-pemerintah, yang dimulai pada pemakaman Mahsa Amini (22) pada 17 September di Kota Kurdi Saqez, telah berkembang menjadi sebuah bentuk oposisi terbesar terhadap otoritas Iran dalam beberapa tahun. Banyak dari mereka bahkan menyerukan diakhirinya pemerintahan ulama Islam yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. 

Akun Twitter aktivis 1500tasvir yang memiliki sekitar 160.000 pengikut, memposting beberapa video. Isinya, Universitas Sharif, yang secara tradisional merupakan sarang perbedaan pendapat, dikelilingi oleh puluhan polisi anti huru hara.

Salah satu video menunjukkan pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk mengusir mahasiswa dari kampus. Selain itu juga terdengar suara tembakan dari kejauhan.

Video lain menunjukkan pasukan keamanan mengejar puluhan mahasiswa yang terjebak di tempat parkir bawah tanah universitas. Akun itu mengatakan puluhan siswa telah ditangkap.

Media pemerintah Iran menggambarkan insiden itu sebagai bentrokan di universitas. Selain itu, Menteri Sains Negara juga mengunjungi kampus untuk memeriksa situasinya.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen peristiwa di universitas tersebut.

Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi protes pada hari Minggu. Aksi diadakan di beberapa kota seperti Teheran, Yazd, Kermanshah, Sanandaj, Shiraz dan Mashhad, dengan peserta meneriakkan "kemerdekaan, kebebasan, kematian Khamenei.

Editor : Umaya Khusniah

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda