Duh, Bunuh Diri di Jepang Melonjak saat Gelombang Kedua Pandemi Covid

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 19 Januari 2021 - 08:22:00 WIB
Duh, Bunuh Diri di Jepang Melonjak saat Gelombang Kedua Pandemi Covid
Warga Jepang di tengah pandemi Covid-19 (ilustrasi). (Foto: AFP)

Menurut riset tersebut, kenaikan angka bunuh diri itu disebabkan pandemi berkepanjangan telah mengoyak-ngoyak industri yang didominasi perempuan. Di samping itu, pandemi juga meningkatkan beban psikis pada kaum ibu yang bekerja, sementara pada saat yang sama kekerasan dalam rumah tangga juga terus meningkat.

Studi yang disusun berdasarkan data Kementerian Kesehatan dari November 2016 hingga Oktober 2020 itu juga menemukan bahwa tingkat bunuh diri anak di Jepang melonjak 49 persen pada gelombang kedua pandemi virus corona. Fenomena itu terjadi seiring dengan periode pascapenutupan sekolah secara nasional.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, pada bulan ini menyatakan keadaan darurat Covid-19 untuk Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya. Langkah itu sebagai upaya untuk membendung kebangkitan kembali wabah virus corona. 

Suga kemudian memperluas status darurat itu ke tujuh prefektur lainnya, termasuk Osaka dan Kyoto.

Menteri Rerformasi Administrasi dan Peraturan Jepang, Taro Kono, pada Kamis lalu mengatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat Covid, sepanjang itu tidak mematikan ekonomi.

“Orang-orang khawatir akan Covid-19. Tetapi banyak juga orang bunuh diri karena kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, dan tidak bisa melihat harapan. Kami perlu mencapai keseimbangan antara mengatasi Covid-19 dan mengelola ekonomi,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil