Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Dahsyat di Asia Renggut 1.600 Nyawa, PBB Pantau Terus
Advertisement . Scroll to see content

Ini Penjelasan di Balik Pemberian Nama Badai Siklon di Dunia

Rabu, 29 November 2017 - 16:43:00 WIB
 Ini Penjelasan di Balik Pemberian Nama Badai Siklon di Dunia
(Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia, khususnya Pulau Jawa, diterjang badai siklon Cempaka sejak beberapa hari terakhir. Badai ini mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, yang menelan korban jiwa.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Rabu (29/11/2017) siang, jumlah korban tewas di area terdampak badai mencapai 19 orang. Perinciannya, 11 orang di Pacitan, 3 di Kota Yogyakarta, 1 orang di Bantul, 1 orang di Gunungkidul, 2 orang di Wonogiri, dan 1 orang di Wonosobo. Dari 19 korban meninggal,  4 di antaranya akibat banjir dan 15 tanah longsor.

Dampak siklon tropis Cempaka telah menerjang berbagai wilayah di Jawa, seperti Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo.

Hal yang menarik adalah bagaimana bunga asli Indonesia digunakan sebagai nama siklon.  Penamaan badai siklon di Indonesia dan negara lain sengaja menggunakan istilah yang populer di lokasi masing-masing. Di Indonesia ada tiga siklon yang semuanya diberi nama bunga. Penamaan juga berdasarkan abjad untuk mempermudah mengindentifikasinya.

Penamaan sesuai abjad dan menggunakan nama bunga baru terjadi pada 2008, setelah dibentuknya organisasi Pusat Peringatan Siklon Tropis (TSWC) Jakarta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut