Ini Penjelasan di Balik Pemberian Nama Badai Siklon di Dunia
Enam dari daftar nama itu dirotasi, dengan demikian nama yang sudah digunakan pada 2015 akan dipakai lagi pada 2021. Namun, sesuai aturan WMO, badai yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa dalam jumlah besar tidak akan digunakan lagi.
Ada 10 area penamaan badai sesuai dengan aturan WMO, yaitu:
1. Nama di Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Atlantik Utara
2. Nama di Pasifik Timur-Utara,
3. Nama di Pasifik Utara-Tengah
4. Nama di Pasifik Utara-Barat dan Laut China Selatan
5. Wilayah TCWC Australia
6. Wilayah Regional Spesialis Meteorologi Nadi
7. Wilayah TCWC Port Moresby
8. Wilayah TCWC Jakarta
9. Nama Samudra Hindia Utara
10. Nama Samudra Hindia Barat Daya
Contoh untuk TCWC Jakarta adalah:
1. Anggrek
2. Bakung
3. Cempaka
4. Dahlia
5. Flamboyan
6. Kenanga
7. Lili
8. Mangga
9. Seroja
10. Teratai
Sedangkan alternatif untuk menggantikan nama badai yang pensiun menggunakan nama buah, yakni Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan, dan Sawo.
Nama-nama badai yang sudah pensiun di dunia contohnya, Haiyan di Filipina pada 2013, Sandy di Amerika Serikat pada 2012, Katrina di AS pada 2005, Mitch di Honduras pada 1998, dan Tracy di Darwin, Australia pada 1974. Badai-badai mematikan itu diganti dengan nama alternatifnya.
Editor: Anton Suhartono