Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Dahsyat di Asia Renggut 1.600 Nyawa, PBB Pantau Terus
Advertisement . Scroll to see content

Ini Penjelasan di Balik Pemberian Nama Badai Siklon di Dunia

Rabu, 29 November 2017 - 16:43:00 WIB
 Ini Penjelasan di Balik Pemberian Nama Badai Siklon di Dunia
(Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Enam dari daftar nama itu dirotasi, dengan demikian nama yang sudah digunakan pada 2015 akan dipakai lagi pada 2021. Namun, sesuai aturan WMO, badai yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa dalam jumlah besar tidak akan digunakan lagi.

Ada 10 area penamaan badai sesuai dengan aturan WMO, yaitu:
1.    Nama di Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Atlantik Utara
2.    Nama di Pasifik Timur-Utara,
3.    Nama di Pasifik Utara-Tengah
4.    Nama di Pasifik Utara-Barat dan Laut China Selatan
5.    Wilayah TCWC Australia
6.    Wilayah Regional Spesialis Meteorologi Nadi
7.    Wilayah TCWC Port Moresby
8.    Wilayah TCWC Jakarta
9.    Nama Samudra Hindia Utara
10.   Nama Samudra Hindia Barat Daya

Contoh untuk TCWC Jakarta adalah:
1.    Anggrek
2.    Bakung
3.    Cempaka
4.    Dahlia
5.    Flamboyan
6.    Kenanga
7.    Lili
8.    Mangga
9.    Seroja
10.  Teratai

Sedangkan alternatif untuk menggantikan nama badai yang pensiun menggunakan nama buah, yakni Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan, dan Sawo.

Nama-nama badai yang sudah pensiun di dunia contohnya, Haiyan di Filipina pada 2013, Sandy di Amerika Serikat pada 2012, Katrina di AS pada 2005, Mitch di Honduras pada 1998, dan Tracy di Darwin, Australia pada 1974. Badai-badai mematikan itu diganti dengan nama alternatifnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut