Mahathir Kecam Keras Aung San Suu Kyi dalam Tangani Krisis Rohingya

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 14 November 2018 - 09:32:00 WIB
Mahathir Kecam Keras Aung San Suu Kyi dalam Tangani Krisis Rohingya
PM Malaysia Mahathir Mohamad, Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Singapura. (Foto: AP)

SINGAPURA, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam keras cara pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam menangani krisis etnis Rohingya. Mahathir mengecam Suu Kyi yang membiarkan kekerasan terjadi dan memicu pembunuhan massal serta pengungsian besar-besaran.

"Dia (Suu Kyi) mencoba untuk membela pihak yang tidak dapat dibela," kata Mahathir, di sela-sela pertemuan KTT ASEAN di Singapura, Rabu (14/11/2018).

Menurutnya, perempuan peraih hadiah Nobel perdamaian itu membenarkan kekerasan yag dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap warga Rohingya di Rakhine.

Saat ditanya lebih lanjut soal krisis Rohingya di Myanmar pada konferensi pers, Mahathir mengatakan, sebagai mantan tahanan politik, Suu Kyi seharusnya memahami tentang penderitaan.

Hal itu diungkapkan Mahathir, meski tak biasa bagi para pemimpin kelompok 10 negara ASEAN untuk saling mengecam satu sama lain.

Lebih dari 700.000 warga Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh akibat pembantaian di Negara Bagian Rakhine sejak Agustus 2017.

Aung San Suu Kyi menjadi pemimpin de facto pemerintahan sipil Myanmar pada 2016. Sejak saat itu, dia menghadapi tekanan internasional untuk mengecam aksi militer terhadap Rohingya.

Namun, dia terus menolaknya.

Dia juga melontarkan pembelaan ketika dua jurnalis kantor berita Reuters dipenjara lantaran tengah menyelidiki pembunuhan kaum Rohingya.

Suu Kyi terakhir kali berbicara kepada BBC pada April 2017. Saat itu dia mengomentari laporan PBB yang menyebut telah terjadi upaya genosida terhadap etnik Rohingya.

"Saya pikir pernyataan pembersihan etnik terlalu kuat untuk menggambarkan apa yang terjadi," ujarnya.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda