Pemimpin Oposisi Israel Tolak Campur Tangan Trump di Pemilu: Ini Urusan Kami!
"Jika Trump mengundang saya, saya akan menghormati sang presiden dan hadir, tapi saya juga akan menegaskan, ini adalah urusan dalam negeri Israel, dan saya akan mencegah campur tangan apa pun," katanya.
Pernyataan Eisenkot tersebut muncul di tengah kebuntuan politik Israel setelah pemilihan parlemen pekan lalu tidak menghasilkan pemenang dengan mayoritas kursi di Knesset.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan terbuka untuk menggelar pembicaraan mengenai pembentukan pemerintahan bersama. Namun, dia bersikeras tetap harus menjadi pemimpin pemerintahan tersebut.
Netanyahu juga menolak membentuk koalisi yang bergantung pada dukungan dua partai utama Arab, yakni Ra'am dan Joint List.
Berdasarkan hasil pemilu, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, sementara partai-partai oposisi meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab menguasai 19 kursi di parlemen yang memiliki total 120 anggota.