Perempuan Indonesia Ditangkap Militer Filipina, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 13:32:00 WIB
Perempuan Indonesia Ditangkap Militer Filipina, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri
Lokasi ledakan dua bom bunuh diri di Pulau Jolo yang dilakukan oleh perempuan anggota Abu Sayyaf pada Agustus lalu. (foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Militer Filipina menangkap seorang perempuan asal Indonesia yang diduga merencanakan serangan bom bunuh diri, Sabtu (10/10/2020) dini hari waktu setempat.

Perempuan berinisial RF merupakan mantan istri pejuang milisi asal Indonesia yang tewas di Sulu pada Agustus lalu.

RF juga diyakini sebagai putri dari dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang dalam serangan di katedral Katolik di Jolo awal tahun lalu, demikian pernyataan otoritas keamanan Filipina.

Penangkapan RF terjadi kurang dari dua bulan setelah sepasang perempuan pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di Pulau Jolo, Provinsi Sulu yang mayoritas dihuni penduduk muslim. Aksi teror itu menewaskan 15 orang dan melukai 74 orang lainnya.

Pasukan keamanan Filipina menuduh kelompok militan Abu Sayyaf sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangakaian aksi bom bunuh diri di Sulu.

"Kami telah mengejar pelaku bom bunuh diri, teroris asing di Sulu setelah dua pemboman di kota Jolo (Agustus)," kata juru bicara militer Filipina, Brigjen William Gonzales dikutip dari Strait Times.

"RF adalah yang pertama dalam daftar sejak kami menerima laporan intelijen bahwa dia akan melakukan bom bunuh diri," lanjutnya.

Dalam penggeledahan di tempat tinggal RF, pasukan militer menemukan rompi yang sudah dipasangi bom pipa serta alat perakitan bom lainnya. Rumah tempat tinggal RF diyakini milik seorang pemimpin Abu Sayyaf.

Abu Sayyaf adalah jaringan milisi Islam yang dianggap paling bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror terburuk di Filipina, termasuk penculikan turis asing dan misionaris kristen. Amerika Serikat memasukkan kelompok Abu Sayyaf dalam daftar organisasi teroris.

Angka serangan bom bunuh diri di Filipina meningkat sejak Juli 2018, dalam kurun waktu hampir dua tahun telah terjadi lima aksi meledakkan diri di tengah kawasan padat.

Editor : Arif Budiwinarto