Hujan Disertai Angin, Plafon Gedung KPK Jebol

Riezky Maulana ยท Senin, 21 September 2020 - 22:36 WIB
Hujan Disertai Angin, Plafon Gedung KPK Jebol

Tangkapan layar video plafon di halaman Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan jebol pada Senin (21/9/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Hujan deras disertai angin yang mengguyur Jakarta pada Senin (21/9/2020) petang tak hanya menimbulkan banjir. Hujan lebat diketahui membuat plafon Gedung Merah Putih KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan jebol.

Salah satu saksi di lokasi bernama Ryan mengatakan plafon halaman Gedung KPK itu jebol sekitar pukul 19.20 WIB. Saat itu hujan turun dengan lebatnya disertai angin.

Beruntung runtuhan plafon tidak menimpa satu orang pun karena kondisi halaman Gedung KPK yang sepi. Air mengalir deras dari lubang plafon yang jebol tersebut.

"Habis Magrib hujan deras. Sekitar pukul 19.20 WIB plafon di sisi kanan atas lobi jebol. Tadi posisinya pada di dalam dan untungnya tidak ada yang di sana," ucapnya ketika dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, awak media yang sedang berada di press room dan para petugas keamanan pun langsung mendekati lokasi. Mereka berdatangan karena suara akibat plafon jebol tersebut terdengar keras.

"Kondisi hujan sama angin," kata Ryan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut pihak lembaga antirasuah telah meneruskan informasi ihwal atap roboh tersebut kepada Biro Umum KPK. Dia pun berterima kasih atas informasi kerusakan tersebut.

"Terima kasih infonya. Sudah diteruskan ke Biro Umum ya," ujar Ali kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui perkembangan prakiraan cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Senin (21/9/2020) pukul 19.35 WIB. Menurut hasil monitoring BMKG tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

"Adapun kondisi tersebut dapat diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya.

Editor : Rizal Bomantama