Jakarta Terasa Lebih Panas Belakangan Ini, Penyebabnya Mengejutkan!
Ketika Matahari berada relatif tinggi di langit, energi radiasi yang diterima permukaan dapat meningkat, terutama jika tutupan awan sedikit.
Kondisi ini membuat permukaan jalan, trotoar, atap bangunan, dan area terbuka menerima paparan Matahari yang kuat. Suhu permukaan benda-benda tersebut pun dapat menjadi lebih tinggi daripada suhu udara yang tercatat oleh alat pengukur cuaca.
Selain faktor cuaca, Jakarta juga menghadapi fenomena urban heat island. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika kawasan perkotaan cenderung lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya yang memiliki lebih banyak vegetasi.
Fenomena tersebut berkaitan dengan banyaknya permukaan buatan manusia, seperti aspal, beton, bangunan, dan jalan raya, yang menyerap serta menyimpan panas.
Guswanto menjelaskan bahwa panas yang tersimpan pada permukaan perkotaan dapat dilepaskan secara perlahan, termasuk setelah Matahari terbenam. Karena itu, udara di sejumlah kawasan Jakarta masih bisa terasa gerah pada malam hari.