Pramono Siap Luncurkan LPDP Jakarta Tahun Depan, Biayai Mahasiswa Kuliah di Luar Negeri
Pramono mengaku memiliki pengalaman pribadi sebagai penerima beasiswa saat menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, dia memahami pentingnya dukungan pendidikan bagi masyarakat yang ingin memperbaiki masa depan.
“Saya ini anaknya guru SMA, tujuh bersaudara, enggak mungkin bisa sekolah S1, S2, S3 tanpa beasiswa dari pemerintah. Jadi saya bersyukur untuk itu,” ucapnya.
Selain LPDP Jakarta, Pemprov DKI juga mempertahankan berbagai program bantuan pendidikan yang telah berjalan. Saat ini, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mencapai 707.477 siswa dari jenjang SD hingga SMA, sementara penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) berjumlah sekitar 15.825 mahasiswa.
Pramono menegaskan pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial merupakan tiga sektor yang tidak boleh dikurangi anggarannya meskipun Jakarta mengalami pemangkasan anggaran hingga Rp15 triliun. Menurut dia, ketiga sektor tersebut menjadi kunci untuk membantu masyarakat mengubah nasib dan meningkatkan kesejahteraan.
"Bagi masyarakat ketidakberuntungan yang tidak beruntung ini, kalau mereka ingin merubah nasibnya, maka paling utama adalah dua hal: pendidikan dan kesehatan. Dan tentunya sosial. Tetapi yang paling utama dua ini," jelasnya.