Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif
“Terlebih dalam beberapa kasus anak, anak yang terpapar ideologi ekstrem sering kali memperlihatkan perilaku menarik diri dari lingkungannya. Hal ini lah yang secara lebih mendalam perlu diperhatikan,” ujar Amykamila.
Kasus ini juga bukan sekadar fenomena yang tertuang dalam statistik, tetapi kondisi sosial yang perlu direspons dengan cepat tanggap. Terlebih perkembangan dunia digital yang semakin pesat, memerlukan berbagai sektor untuk dapat mencegah timbulnya kasus serupa terjadi bahkan semakin masif di tengah masyarakat.
“Semua stakeholder perlu duduk bersama melakukan kajian mendalam terhadap kasus ini termasuk melibatkan seluruh masyarakat. Penanaman nilai dalam keluarga juga menjadi hal yang penting dalam upaya pencegahan kasus serupa terjadi,” katanya.
Puspadaya juga mengapresiasi kinerja tim Densus 88 Antiteror yang telah mengidentifikasi kasus ini. Ke depan, lanjut dia, Puspadaya berharap kasus ini dapat menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder untuk dapat melakukan upaya pencegahan dan langkah-langkah penanganan yang tepat.
Amykamila menekankan kasus ini masih perlu terus didalami dan tentunya memerlukan dukungan seluruh masyarakat agar tidak tercipta ruang-ruang kekerasan di ranah digital.
Editor: Reza Fajri