Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap Modus Wanita di Gowa Gelapkan 19 Mobil Mewah, Berdalih untuk Operasional MBG
Advertisement . Scroll to see content

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Layanan Difokuskan ke Wilayah 3T

Kamis, 17 September 2026 - 16:51:00 WIB
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Layanan Difokuskan ke Wilayah 3T
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 1.653 sekolah dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan MBG dari sekolah-sekolah tersebut akan dialihkan ke wilayah yang lebih membutuhkan, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari penataan sasaran penerima manfaat MBG. Program akan semakin diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi, terutama wilayah dengan angka stunting tinggi.

Hal ini disampaikan Sudaryono saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

"Sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan termasuk wilayah 3T dan daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang tinggi karena status stunting yang tinggi dan tinggi sekali," ucap Sudaryono.

Di sisi lain, Sudaryono menyampaikan BGN juga telah melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi dilakukan karena BGN tidak ingin mengejar jumlah penerima manfaat dengan mengorbankan kualitas dan keamanan makanan.

"Oleh karena itu, standar higiene dan sanitasi, SLHS kami tegakkan secara konsisten dan strict. SPPG yang belum memenuhi ketentuan dilakukan suspend sampai dengan syarat dipenuhi dan perbaikan dilakukan. Manakala tidak dilakukan, maka kami suspend total, kami tutup secara permanen," kata dia.

Dia menegaskan, berkurangnya jumlah penerima manfaat akibat evaluasi tersebut bukan berarti program MBG dihentikan. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari pembenahan agar perluasan program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Jadi selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," tuturnya.

Sudaryono mengatakan, BGN akan memprioritaskan layanan MBG di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting yang tinggi. Perluasan layanan akan dimulai dari wilayah di luar Pulau Jawa sebelum dilanjutkan ke daerah lain yang dinilai membutuhkan.

"Dimulai dari luar Pulau Jawa dan kemudian kami ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan termasuk di dalam Pulau Jawa kita mulai tahapannya dari mulai yang paling membutuhkan terlebih dahulu," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut