Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 50 Juta Warga bakal Mengakses Portal Bansos, Kemkomdigi Uji Ketahanan Sistem
Advertisement . Scroll to see content

BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui

Sabtu, 12 September 2026 - 00:02:00 WIB
BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui
Pemerintah membuka metodologi DTSEN untuk akademisi dan terus memutakhirkan data bansos, termasuk melalui Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Untuk mengantisipasi adanya masyarakat rentan yang belum terdata, termasuk mereka yang terkendala teknologi atau faktor usia, pemerintah juga mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga.

"Karena itu pemerintah mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Siapa pun boleh jadi agen perlinsos," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data Badan Pusat Statistik (BPS) Setia Pramana menjelaskan, penyusunan DTSEN telah didukung metodologi dan kajian akademik. BPS berencana menerbitkan buku panduan metodologi agar dapat ditelaah secara terbuka oleh akademisi dan publik.

"Ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan yang saat ini dibuat oleh pemerintah tidak hanya basisnya adalah 'oke dilakukan saja', tapi punya basis dasar akademik yang kuat. Tadi media minta kita untuk dibuka. Kita buka tadi metodologinya, bahkan kita akan membuat semacam buku bagaimana metode ini dilakukan sehingga para akademisi bisa melihat bagaimana metode itu dibentuk, dibuat, dan bagaimana kita secara bersama untuk bisa memperbaiki, meningkatkan kualitas," ucap Setia.

Dia juga meluruskan bahwa pemerintah tidak menetapkan tenggat khusus untuk sekadar memperbaiki pembagian desil. Fokus utamanya adalah memastikan data terus dimutakhirkan melalui berbagai kanal.

"Bukan perbaikan desil ya, pemutakhiran data sebenarnya. Bagaimana data itu dimutakhirkan. Ada proses yang dilakukan melalui beberapa kanal. Kanal di BPS data dimutakhirkan, kanal dari Kemensos dimutakhirkan," tuturnya.

Pemutakhiran tersebut juga akan memanfaatkan pengumpulan data lapangan melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dengan pembaruan secara berkala, pemerintah berharap data yang digunakan dalam penyaluran bansos dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut