BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui
Untuk mengantisipasi adanya masyarakat rentan yang belum terdata, termasuk mereka yang terkendala teknologi atau faktor usia, pemerintah juga mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
"Karena itu pemerintah mendorong Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Siapa pun boleh jadi agen perlinsos," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data Badan Pusat Statistik (BPS) Setia Pramana menjelaskan, penyusunan DTSEN telah didukung metodologi dan kajian akademik. BPS berencana menerbitkan buku panduan metodologi agar dapat ditelaah secara terbuka oleh akademisi dan publik.
"Ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan yang saat ini dibuat oleh pemerintah tidak hanya basisnya adalah 'oke dilakukan saja', tapi punya basis dasar akademik yang kuat. Tadi media minta kita untuk dibuka. Kita buka tadi metodologinya, bahkan kita akan membuat semacam buku bagaimana metode ini dilakukan sehingga para akademisi bisa melihat bagaimana metode itu dibentuk, dibuat, dan bagaimana kita secara bersama untuk bisa memperbaiki, meningkatkan kualitas," ucap Setia.
Dia juga meluruskan bahwa pemerintah tidak menetapkan tenggat khusus untuk sekadar memperbaiki pembagian desil. Fokus utamanya adalah memastikan data terus dimutakhirkan melalui berbagai kanal.
"Bukan perbaikan desil ya, pemutakhiran data sebenarnya. Bagaimana data itu dimutakhirkan. Ada proses yang dilakukan melalui beberapa kanal. Kanal di BPS data dimutakhirkan, kanal dari Kemensos dimutakhirkan," tuturnya.
Pemutakhiran tersebut juga akan memanfaatkan pengumpulan data lapangan melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dengan pembaruan secara berkala, pemerintah berharap data yang digunakan dalam penyaluran bansos dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.
Editor: Aditya Pratama