Dapat Izin Dewas, KPK Sita Barang Bukti dalam Penangkapan Nurhadi

Rizki Maulana ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 23:13 WIB
Dapat Izin Dewas, KPK Sita Barang Bukti dalam Penangkapan Nurhadi

KPK menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti dalam penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Penyitaan atas seizing Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyitaan barang bukti dilakukan pada Rabu (10/6/2020). Penyidik sebelumnya telah meminta izin Dewas terkait dengan penyitaan ini.

"Setelah penyidik KPK menganalisis, disimpulkan barang-barang tersebut ada kaitannya dengan dugaan perbuatan para tersangka. Pada Rabu kemarin penyidik melakukan penyitaan," kata Ali, Kamis (11/6/2020).

KPK menangkap Nurhadi dan Rezky yang lama buron di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020). Dalam penangkapan ini, KPK mengamankan sejumlah barang bukti.

Menurut Ali barang bukti itu berupa 3 unit kendaraan, uang, barang-barang elektronik, dan dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat keduanya. Untuk menetapkan status sita, penyidik mesti mengantongi izin dari Dewas KPK.

“Kami pastikan Dewas KPK telah memberikan izin tersebut,” kata dia.

Nurhadi bersama Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada 16 Desember 2019. Nurhadi dan Rezky menjadi tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Dugaan penerimaan suap ini terkait pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN. Nilai suap sebesar Rp14 miliar. Selain itu ada suap terkait perkara perdata sengketa saham di PT MIT sebesar Rp33,1 miliar.

Selain menerima suap, Nurhadi dan Rezky diduga menerima gratifikasi terkait perkara di pengadilan Rp12,9 miliar. Dengan demikian jika diakumulasikan, uang yang diterima Nurhadi dan menantunya itu Rp46 miliar.

Editor : Zen Teguh