Di Pengadilan Tipikor Sesmenpora Ungkap Surat Imam Nahrawi kepada Jokowi

Antara ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 20:06 WIB
Di Pengadilan Tipikor Sesmenpora Ungkap Surat Imam Nahrawi kepada Jokowi

Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang perkara dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kamis (13/2/2020). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang perkara dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kamis (13/2/2020). Sidang menghadirkan Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto sebagai saksi untuk terdakwa mantan Sekretaris Pribadi Menpora, Miftahul Ulum.

Pada kesempatan itu Gatot mengungkapkan, Menpora saat itu Imam Nahrawi sempat mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut berisi tentang permintaan untuk mencopot dia sebagai Sesmenpora.

"Kejadian 2 Oktober 2018 siang hari, saya menerima WA dari Pak Ulum. Saat itu baru saja berlangsung pengukuhan kontingen Indonesia di Istana Negara oleh Bapak Presiden. Intinya Pak Ulum mengabarkan kepada saya mengirimkan caption-nya WA antara Pak Menteri dan Pak Ulum yang intinya saya diminta mengundurkan diri," ujar Gatot di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dia menuturkan, Imam Nahrawi kecewa tidak diberikan peran pada acara pengukuhan kontingen Indonesia di Istana Negara. Kekecewaan itu ditimpakan kepada dia.

"Alasannya karena pada saat pengukuhan kontingen itu, saya dianggap gagal tidak bisa menghadirkan Pak Imam yang saat itu tidak melaporkan (kegiatan) kepada Presiden atau juga menerima pataka (bendera lambang pasukan) dari Presiden dan saya dianggap bodoh," ucapnya.

Kesaksian itu dikuatkan dengan bukti percakapan di Whatsapp yang diperlihatkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berikut isi percakapan tersebut:

Imam Nahrawi: Sakit hatiku di Istana tadi gak ada peran apa pun ke saya sampai soal penyerahan bendera ke CDM dr Presiden RI pun tidak. Ke mana sesmen dan protokol Kemenpora? Bodoh semua. Sesmen suruh mundur saja sekarang juga.

Miftahul Ulum: Siap

Imam Nahrawi: Suruh buat surat pengunduran diri

Miftahul Ulum: Disampaikan

Gatot lalu mengonfirmasi permintaan Ulum tersebut langsung kepada Imam Nahrawi.

"Saya konfirmasi kepada beliau (Imam) dan saya minta maaf kalau pada acara di Istana 2 Oktober 2018 itu saya tidak bisa menempatkan Pak Menteri sebagai yang menerima Pataka karena penerima pataka itu di atasnya Pak Menteri, yaitu Ibu Puan Maharani selaku Menko PMK. Kedua yang mengatur kegiatan itu kan protokol di Istananya, kepala sekretariat presiden, bukan area saya. Saya minta maaf kepada Pak Menteri karena itu di luar kemampuan saya," ucap Gatot.

Dalam perkara dana hibah Kemenpora kepada KONI, Miftahul Ulum bersama Imam Nahrawi didakwa menerima suap Rp11,5 miliar dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johnny E. Awuy.

Editor : Kurnia Illahi