Dongeng adalah Cerita Fiktif, Ini Penjelasan, Ciri-ciri dan Contohnya
"Wahai para buaya, terima kasih kau telah membantuku menyeberang sungai", kata kancil. Kancil berjalan melanjutkan perjalanannya untuk bertemu dengan temannya, kelinci. Sementara itu, buaya-buaya itu saling pandang dan tidak menyadari apa yang telah terjadi.
Hikmahnya: Ketika menghadapi bahaya, tetaplah tenang. Berpikirlah dengan cerdik untuk menemukan cara melepaskan diri dari bahaya itu. Lalu, perkuat dengan doa.
Seekor gagak terbang berputar-putar di sebuah taman. Rupanya ia sedang mencari air. Gagak itu kehausan. Akan tetapi, gagak belum juga menemukan air. Namun, gagak tidak putus asa. la terus berputar-putar mengelilingi taman untuk mencari air. Akhirnya, gagak menemukan sebuah tempat berisi air.
Gagak segera menukik menuju tempat itu. Namun, ternyata air di dalamnya tidak penuh. Hanya berisi setengah. Gagak tidak bisa meminum airnya. Kemudian, ia berusaha mematuk tempat itu dengan patuknya agar bocor. Namun, tempat air itu terlalu keras dan kuat bagi si gagak.
Gagak berpikir bagaimana caranya agar ia dapat meminum air dari situ. Akhirnya, gagak dapat ide. Gagak memungut kerikil dan memasukkannya ke dalam tempat air. Semakin banyak kerikil yang masuk ke dalam kendi itu, semakin naik permukaan airnya.