Dongeng adalah Cerita Fiktif, Ini Penjelasan, Ciri-ciri dan Contohnya
Demikianlah nasib si keledai. Ia tidak mau bersyukur dengan kehidupannya bersama petani. la ingin hidup bersama majikan lain. Akan tetapi, justru bersama majikan yang lain itu, keledai memperoleh pekerjaan yang lebih berat.
Hikmahnya: Sikap mengeluh dan tidak bersyukur hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Karena itu, jauhilah sikap mengeluh dan tidak bersyukur. Jadilah anak yang semangat dan pandai bersyukur.
Di sebuah desa di kerajaan Cina, hiduplah seorang ayah dan anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Suatu hari, kuda milik si ayah pergi entah ke mana. Tidak biasanya kuda itu meninggalkan kandang sampai seharian. Sudah tiga hari kuda milik si ayah tidak juga pulang. Ayah pun sudah mengikhlaskan kuda itu.
Akan tetapi, esok harinya kuda itu pulang dengan mengajak seekor kuda lain. Si ayah merasa senang kudanya kembali. "Wah kau beruntung sekali mendapat kuda baru", seru para tetangganya. Si ayah hanya tersenyum. Tentu ia merasa senang dengan kehadiran kuda baru itu, tetapi tidak berlebihan.
Si anak laki-laki sangat senang berkuda. Begitu tahu ayahnya memperoleh kuda baru, ia pun ingin mencoba menaikinya. Akan tetapi, ternyata kuda itu belum jinak pada si anak laki-laki itu. Anak itu terlempar dari kuda.