Eks Menpora Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Riezky Maulana ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37 WIB
Eks Menpora Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Eks Menpora Imam Nahrawi menjalani sidang perdana kasus suap dana hibah KONI di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/2/2020). (Foto: iNews.id/Kimau)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, hari ini menjalani sidang perdana dalam perkara suap dana hibah dari Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sidang yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat itu beragendakan pembacaan surat dakwaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK membacakan dakwaan setebal 31 halaman secara bergantian. Dalam dakwaan tersebut, Nahrawi didakwa menerima uang suap sebesar Rp11,5 miliar untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI.

“Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang perbuatan berlanjut, telah menerima hadiah atau janji yaitu, terdakwa bersama Imam Nahrawi telah menerima hadiah beruoa uang sejumlah Rp11,5 miliar,” kata JPU KPK, Ronald Worotikan, ketika membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, (14/2/2020).

Dalam perkara tersebut, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap dari asisten pribadi Nahrawi, Miftahul Ulum. Pertama, terkait proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Proposal kedua, terkait dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi pada 2018. Ronald mengatakan, uang tersebut diterima Ulum dari Ending Fuad Hamidy selaku sekretaris jenderal (sekjen) KONI, dan Jhonny E Awuy selaku bendahara umum KONI.

“Patut diduga, hadiah tersebut diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI pusat kepada Kemenpora pada 2018, yang bertentang dengan kewajibannya yaitu bertentangan dengan kewajiban Imam Nahrawi selaku Menpora,” ucap Ronald.

Atas perbuatannya, Nahrawi didakwa bersalah melanggar Pasal 12 a atau Pasal 11 UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu, dia juga didakwa telah melanggar Pasal 11 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Editor : Ahmad Islamy Jamil