Eks Pejabat MA Zarof Ricar Cabut Keterangan di BAP Kasus TPPU, Ngaku Stres
Belakangan, lanjut Zarof, dia baru ingat bahwa Agung saat itu hendak memberikan uang ke pria bernama Roni. Dia menyebut seluruh keterangan itu bisa dibuktikan dengan adanya perjanjian.
"Tadinya kan saya bertahan bahwa itu uang saya karena saya mau melindungi anak saya bahwa ngapain anak saya dibawa-bawa lagi, padahal ini kan urusan saya. Ternyata saya baru ingat AW anterin uang itu ke saya untuk diserahkan ke Roni dan ada perjanjiannya yang sudah diambil oleh penyidik, perjanjian bahwa Roni utang dengan Pak AW. Waktu itu saya akui untuk melindungi anak saya, saya akui itu uang saya, saya bilang gitu," jawab Zarof.
Jaksa kemudian memperdalam alasan Zarof mencabut keterangan di BAP tersebut. Zarof membantah mencabut karena adanya tekanan atau paksaan dari penyidik.
Dia hanya mengaku stres gegara saat pemeriksaan tidak didampingi kuasa hukumnya. Dia mengakui tetap melanjutkan pemeriksaan saat itu meski kondisinya tidak baik.
"Saya tidak tertekan, tapi pada saat itu saya stres. Karena yang pertama waktu itu saya tidak didampingi pengacara, waktu itu datang akhirnya pengacara saya datangnya sudah jam enam sore, Magrib. Memang waktu itu tidak dipaksa. 'Mas, Pak, mau diperiksa terus atau tidak?' Saya bilang 'kalau begini sih daripada saya stres tambah stres, sudah periksa saja saya, nggak apa-apa'," jawab Zarof.