Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, KPK Banding

Riezky Maulana ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 13:48 WIB
Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, KPK Banding

Eks Menpora, Imam Nahrawi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat terhadap eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Imam telah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bulan terkait kasus suap dana hibah Kemenpora pada KONI.

"KPK menyatakan sikap untuk mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan majelis hakim perkara atas nama terdakwa Imam Nahrawi," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Alasan lembaga antirasuah mengajukan banding karena putusan majelis hakim pada tingkat pertama dinilai belum memenuhi rasa keadilan. Menurutnya, uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Alasan banding antara lain karena putusan belum memenuhi rasa keadilan, di samping itu juga dalam hal mengenai adanya selisih jumlah uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa," ucapnya.

ALi mengatakan JPU KPK akan menguraikan alasan lengkap pengajuan di dalam memori banding yang akan segera disusun. Saat rampung, memori banding akan segera diserahkan kepada Pengadilan Tinggi Jakarta melalui PN Tipikor akarta Pusat.

"KPK berharap Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta akan mengabulkan permohonan banding JPU KPK," katanya.

Untuk diketahui, dalam amar putusan, majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Imam berupa uang pengganti Rp18.154.238. Selain itu, kepada politikus PKB itu, hak untuk dipilih sebagai jabatan publik juga dicabut selama empat tahun.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU pada KPK yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan penjara. JPU juga meminta kepada majelis hakim untuk mencabut hak politik Imam Nahrawi selama lima tahun terhitung setelah Imam Nahrawi selesai menjalani hukuman pidana pokok. Imam juga dituntut mengganti uang senilai Rp 19.154.203.882.

Editor : Rizal Bomantama