Imam Nahrawi Tak Lakukan Persiapan Khusus Jelang Sidang Perdana

Rizki Maulana ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 09:59 WIB
Imam Nahrawi Tak Lakukan Persiapan Khusus Jelang Sidang Perdana

Mantan Menpora Imam Nahrawi. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan menjalani sidang perdana terkait kasus suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jumat (14/2/2020) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Penasihat hukum Imam mengatakan kliennya tidak melakukan persiapan khusus.

Sidang Imam Nahrawi tercatat dengan nomor perkara 9/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst yang digelar terbuka pada pukul 10.00 WIB di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dalam sidang nanti jaksa penuntut umum (JPU) akan membacakan dakwaan terhadap Imam yang akan hadir didampingi penasihat hukum.

Salah satu dari tim hukum, Wa Ode Nur Zainab mengatakan kliennya siap menjalani sidang hari ini dan tidak melakukan persiapan khusus. Tim hukum akan mendengar secara seksama dakwaan yang disampaikan JPU.

"Pagi ini sidang perdana Bapak Imam Nahrawi dan tidak ada persiapan khusus. Kami akan mencermati surat dakwaan yang memuat uraian peristiwa hukum versi JPU yang punya kewajiban mendakwa dan menuntut," kata Zainab ketika dikonfirmasi oleh iNews.id, Jumat (14/2/2020).

Zainab menjelaskan tim hukum akan mempelajari materi dakwaan jaksa untuk persiapan sidang berikutnya. Di persidangan selanjutnya, dia memastikan tim hukum akan maksimal dalam membela hak-hak kliennya.

"Kami tim hukum akan all out di acara pembuktian nantinya, karena kami yakin tuduhan atau dakwaan terhadap Bapak Imam Nahrawi itu sama sekali tidak benar," ucapnya.

Imam Nahrawi telah ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum, pada 18 September 2019 dalam kasus tersebut. Imam diduga meminta uang sejumlah Rp11,8 miliar dalam rentang waktu Tahun 2016-2018, sehingga total penerimaan diperkirakan sebesar Rp26,5 miliar. Uang itu diduga kuat sebagai suap atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Imam Nahrawi sempat mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) atas penetapan tersangka oleh KPK. Namun, permohonan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu ditolak hakim tunggal Elfian yang menyatakan proses penetapan status tersangka, penyidikan, hingga penahanan yang dilakukan KPK kepada Imam Nahrawi sudah sesuai prosedur.


Editor : Rizal Bomantama