Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Soal Ekspor Gas, Menteri ESDM Sentil Negara Tetangga yang Suka Mengolok-olok Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:58:00 WIB
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Dok. Kementerian ESDM)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak melanggar kontrak kerja sama terkait pengurangan ekspor gas bumi ke Singapura. Menurutnya, volume gas yang dipangkas masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam kontrak.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menjelaskan, total ekspor gas bumi Indonesia melalui pipa ke Singapura mencapai 409,55 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Pasokan tersebut disalurkan melalui dua pipa dari Laut Natuna dan Sumatra.

Dari total ekspor tersebut, pemerintah hanya mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar 8 persen. Bahlil menegaskan, pengurangan itu tidak melanggar ketentuan kontrak yang telah disepakati kedua negara.

"Negara kita adalah negara yang menghargai kontrak aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga menghargai kontrak, 31 MMSCFD yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum," ucap Bahlil dalam konferensi pers, Senin (26/10/2026).

"Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91 sampai 92 dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen, ah itu baru kita melanggar kontrak," lanjutnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut