Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Soal Ekspor Gas, Menteri ESDM Sentil Negara Tetangga yang Suka Mengolok-olok Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:58:00 WIB
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Dok. Kementerian ESDM)
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil menegaskan pemerintah Indonesia selalu menghormati aturan dan perjanjian internasional. Namun, dia meminta negara lain juga menunjukkan sikap saling menghormati dalam hubungan bilateral.

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi Menteri ESDM-nya. Sangat menghargai aturan. Tapi saya juga minta jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai, susah minta dihargai, senang mengolok-olok negara lain," katanya.

Dia juga menekankan pentingnya prinsip kesetaraan atau equal treatment dalam hubungan antarnegara, termasuk di kawasan ASEAN. Menurut Bahlil, penghormatan terhadap kontrak harus disertai sikap saling menghargai.

"Jadi kita harus equal treatment. Indonesia ini terlalu baik. Terlalu baik. Menghargai kontrak tapi harganya juga dong, hubungan antarnegara. Harus sama-sama menghargai," katanya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menanggapi keputusan Indonesia mengurangi ekspor gas ke negaranya. Dalam pidatonya di konvensi Partai Aksi Rakyat (PAP), Minggu (25/10/2026), Wong berharap semua pihak yang telah menandatangani kontrak pasokan gas menghormati komitmen tersebut.

“Pasokan gas diatur oleh kontrak komersial. Kami berharap semua pihak menghormati komitmen mereka, dan importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak-kontrak tersebut,” kata Wong, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura sejak Sabtu (24/10/2026). Menurut SKK Migas, kebijakan tersebut diambil karena tingginya konsumsi gas di dalam negeri. Pemerintah pun memprioritaskan pasokan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut