Kabut Asap Karhutla di Pontianak Berstatus Bahaya, Kemenkes Ungkap Indeks Pencemaran Udara Tembus 328
Tidak hanya itu, paparan polusi udara juga berisiko memperburuk penyakit sistemik seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja luar ruangan perlu mendapat perhatian lebih.
Asap karhutla mengandung berbagai polutan berbahaya, termasuk partikel halus PM2.5, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), serta senyawa organik beracun. Zat-zat tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan
Mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla, Kemenkes telah melakukan sejumlah langkah promotif dan preventif. Upaya tersebut meliputi edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan risiko krisis kesehatan akibat karhutla.
Kemenkes juga melakukan pemantauan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kebakaran hutan, seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata, dan iritasi kulit.
Selain itu, surveilans kualitas udara dalam ruang serta dampak kesehatan di permukiman pada wilayah berisiko karhutla turut dilakukan. Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Kewaspadaan Karhutla bagi Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan.