Mahfud MD soal Rizieq Shihab: Urusannya Bukan dengan Pemerintah Indonesia

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 27 November 2019 - 17:05 WIB
Mahfud MD soal Rizieq Shihab: Urusannya Bukan dengan Pemerintah Indonesia

Menko Polhukam Mahfud MD usai rapat tertutup bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menag Fachrul Razi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (27/11/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengungkapkan, kasus Rizieq Shihab yang tidak bisa keluar dari Arab Saudi tak terkait dengan Pemerintah Indonesia. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu sebelumnya mengaku dilarang keluar dari Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Mahfud mengatakan, Kemenko Polhukam sudah melakukan pengecekan terkait pencekalan Rizieq Shihab melalui tiga jalur, yakni Kemenko Polhukam, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agama (Kemenag). Dari pengecekan itu tidak ada bukti yang menyatakan Pemerintah mencekal Rizieq Shihab.

"Untuk itu kami tidak bisa berbuat apa-apa karena urusannya bukan dengan pemerintah Indonesia sebenarnya," katanya usai rapat tertutup bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

BACA JUGA:

Moeldoko: Selama Ini Rizieq Shihab Tak Pernah Berkoordinasi ke Kedubes RI

Temui Mahfud MD, Dubes Saudi: Masalah Habib Rizieq sedang Dinegosiasikan

Mahfud MD Sebut Surat yang Diperlihatkan Rizieq Shihab Bukan Pencekalan tapi Penolakan

Mahfud mengatakan, jika Rizieq Shihab memiliki bukti sekecil apapun itu, dapat menyerahkan ke Pemerintah yakni, kepada dirinya atau Mendagri Tito Karnavian dan Menag Fachrul Razi. Nantinya, bukti tersebut diproses untuk diklarifikasi kebenarannya.

"Tetapi sampai saat ini tidak ada dan Habib Rizieq sendiri tidak pernah melapor tentang masalahnya. Kita mendengarnya dari YouTube dari medsos, kalau tidak melapor bagaimana kita mau bertindak," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mahfud menjelaskan, Kedubes Indonesia di Arab Saudi dan Komjen RI di Jeddah dipastikan akan membantu jika ada warga negaranya mengalami musibah. Bantuan itu akan diberikan setelah warga tersebut melapor.

"Mau minta pulang, dipulangkan. Sakit, dibawa ke rumah sakit. Nah, kalau ini (Rizieq Shihab) tidak melapor, lalu kita turun tangan, nanti malah kita yang salah," katanya.

Mahfud menyarankan, Rizieq Shihab menyelesaikan masalah dengan Pemerintah Arab Saudi secepatnya. "Nanti kalau memang secara formal diperlukan pemerintah turun tangan sesudah beliau kontak masalah di Arab Saudi tentu kewajiban kita untuk ikut turun tangan," tuturnya.


Editor : Djibril Muhammad