PB IDI Ingatkan Risiko Kesehatan akibat Asap Karhutla, Minta Pemerintah Bergerak Cepat
"Bahkan jangka panjang juga bisa menyebabkan kanker ya, itu jangka panjang. Sehingga secepatnya memang harus ditanggulangi," tuturnya.
Selain meminta penanganan karhutla dipercepat, PB IDI mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap. Salah satunya melalui sosialisasi mengenai bahaya polusi udara dan upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Slamet juga meminta pemerintah menjamin ketersediaan masker bagi masyarakat di wilayah terdampak, terutama anak-anak yang dinilai rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara buruk.
"Yang kedua, preventif pencegahan. Jadi, ke depannya memang harus diminimalisir karhutlanya. Pemerintah juga harus menjamin masker untuk masyarakat, terutama untuk anak sekolah yang rentan sakit ya; anak TK, SD, SMP, ya kan SMA, itu harus diberikan masker," ucap Slamet.
Dia menuturkan, tenaga kesehatan beserta fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) dinilai siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang terdampak. Kesiapan tersebut mencakup dokter, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya.
"Terus yang ketiga, dokter-dokter kita siap, termasuk faskesnya, rumah sakit ya. Dan saya kira SOP terhadap karhutla itu hampir semua dokter sudah tahu; dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lain. Jadi itu yang perlu kami sampaikan," katanya.
Editor: Aditya Pratama