Peneliti: 10 Ordo Tanah Dunia Ada di Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Tanah Indonesia memiliki keunggulan dari tanah-tanah di Asia. Itu dikarenakan 10 dari 12 ordo tanah di dunia (berdasarkan taksonomi tanah yang diterbitkan oleh Amerika Serikat) ada di Indonesia.
“Untuk negara tropis, hanya Indonesia yang memiliki 10 dari 12 ordo tanah di dunia, Thailand dan Malaysia tidak punya sebanyak kita,” kata peneliti tanah dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementan, Kusumo Nugroho, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/12/2018).
Dia menuturkan, dua ordo tanah yang tidak dimiliki Indonesia adalah ordo tanah gurun dan tanah kutub. Sementara, 10 ordo tanah yang ada di negeri ini antara lain tanah gambut (ordo organosol/histosol), tanah aluvial tsunami (ordo entisol), tanah hutan hitam (ordo mollisol).
“Tanah hutan hitam dari ordo mollisol kebanyakan berada di Rusia dan Kanada. Subur sekali tanahnya,” kata Kusumo.
Selanjutnya, Indonesia memiliki tanah andosol (ordo andisol) yang banyak ditemukan di Jepang; tanah podsol (ordo spondosol); tanah grumosol (ordo vertisol), tanah mediteran (ordo alfisols); tanah podsolik (ordo ultisol), dan; tanah lateritik (ordo oxisols).
“Sekitar 49 persen tanah di Indonesia adalah tanah podsolik dari ordo ultisols. Kebanyakan tanah ini dimanfaatkan untuk pertanian,” ujar Kusumo.
12 ordo tanah di dunia. (Sumber: USDA NRCS)
Menurut dia, banyaknya jenis tanah yang dimiliki Indonesia tidak hanya membuat negeri ini subur, tapi juga kaya akan keanekaragaman hayati, mulai dari ujung Sumatera sampai Papua. Karena itulah, Museum Tanah Indonesia di Bogor yang berdiri sejak 1905 (diawali dengan berdirinya Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di era kolonial Belanda) hadir untuk membantu masyarakat memperluas pengetahuan tentang tanah.
Sejak 5 Oktober 2017 lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membukan kembali Museum Tanah Indonesia dengan tampilan yang lebih menarik dan beragam. Pengetahuan tentang jenis-jenis tanah yang dimiliki Indonesia dapat diketahui dalam museum tersebut.
Museum Tanah Indonesia menjadi tempat penyimpanan model atau contoh tanah sebagai koleksi berbagai macam tanah di negeri ini sebagai sumber informasi dalam hal sumberdaya lahan untuk pembangunan pertanian.
“Kami mulai mengenalkan kembali ke masyarakat, supaya mereka tidak anggap enteng mengenai Tanah Air kita,” kata Kusumo.
Koordinator Museum Tanah Indonesia, Bambang Winarko menambahkan, museum ini memiliki koleksi monolit tanah yang diambil dari seluruh pelosok Tanah Air. Dia menjelaskan, informasi dalam mikromonolit sangat penting dalam pengelolaan tanah untuk produksi pertanian nasional. Karena itu, koleksi museum secara tak langsung menjadi potret perkembangan ilmu tanah nasional yang juga merupakan rujukan ilmu tanah internasional, terutama tanah-tanah tropika.
“Museum tanah diharapkan dapat menggambarkan kondisi pertanian masa lalu, kebijakan dan program pertanian saat ini, dan bagaimana memimpin pembangunan pertanian di masa depan,” kata Bambang.
Editor: Ahmad Islamy Jamil